07 Mei 2013

Inovasi Koran Ala Belanda



Koran atau yang dalam bahasa Belanda disebut krant adalah suatu penerbitan yang ringan dan biasanya dicetak di kertas koran dengan biaya yang cukup murah. Koran berisi berita-berita terkini dalam berbagai macam topik.  Koran terdiri dari beberapa kolom dan terbit setiap hari atau secara periodik. Ukuran dari koran pun berbeda-beda, tergantung dari kebijakan perusahaan media cetak itu sendiri. Koran menjadi sebuah media yang memiliki peranan penting tidak hanya sebagai media penyebaran informasi ke masyarakat namun juga sebagai media yang menampung opini dan aspirasi dari masyarakat. Walaupun saat ini muncul banyak portal-portal berita atau koran digital, namun tidak membuat eksistensi dari media cetak terlebihnya koran itu surut.


Masih banyak masyarakat yang ‘setia’ dengan koran. Di Belanda misalnya, Koran masih menjadi bacaan wajib bagi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan budaya membaca di sana sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya perpustakaan umum. Budaya membaca juga terlihat di kereta, bis, dan transportasi umum lainnya. Terlihat banyak orang yang membawa bacaan mereka, entah buku, koran dan media cetak lainnya. Dimanapun, kapanpun, membaca sudah menjadi rutinitas. 


Berkaitan dengan budaya membaca khususnya membaca koran di Belanda, lagi-lagi muncul inovasi baru, yakni Koran Vertikal. Koran Vertikal dibuat oleh Telegraaf Media Groep, muncul dikarenakan ketika orang sedang membaca koran kemudian ada orang lain yang melakukan hal yang sama dan duduk bersebelahan. Bila mereka membalikkan lembar koran, maka pasti tangan mereka akan bersentuhan atau tumpang tindih. Mungkin anda pernah mengalami hal tersebut. Terlebih lagi apabila anda duduk berhimpitan dan membuat anda menjadi tidak nyaman membaca. 

Media cetak di Negri kincir angin ini peka terhadap masalah yang mungkin dianggap sepele oleh sebagian orang. Terciptalah Koran Vertikal, dan masalah ketidaknyamanan tersebut pun teratasi. Peter Bluijs, pihak dari Telegraaf Media Groep memperlihatkan sebuah video bagaimana sulit dan tidak nyamannya orang membaca koran dalam keadaan berhimpitan. Tangan mereka bertindihan dan bersinggungan satu sama lain.

Kemudian ia memperlihatkan pula beberapa orang yang sedang membaca koran, dan ditengah-tengah mereka ada satu orang yang membaca koran vertikal. Benar saja tangan orang tersebut tidak bersinggungan ataupun tumpang tindih dengan tangan yang ada disamping kanan kirinya. Kalau biasanya kita membalikkan lembar pada koran dari kanan ke kiri, tapi koran vertikal justru dari bawah ke atas. fyi, koran ala Belanda ini selain hemat juga efektif lho. Keren!



Ditulis Oleh : Raisa Amelia

06 Mei 2013

Belanda Terus Berada di Atas Air


“Banjir lagi-banjir lagi”.

Masalah klasik yang sepertinya bukan hal yang mudah untuk di selesaikan dan menjadi PR bagi pemerintah Kota Jakarta dari tahun ketahun. Kondisi jalanan atau area di Jakarta saat ini menjadi sangat parah dan memprihatinkan ketika hujan turun. Jangankan hujan lebat, hujan dengan intensitas sedang saja sudah berhasil menimbulkan genangan. Belum lagi jika hujan turun dalam waktu yang lama, wah banjir dimana-mana. 
Banjir di Kawasan Bundaran HI, Jakarta.

Drainase Kota Jakarta yang buruk, menjadi salah satu penyebab utama banjir. Drainase yang berupa gorong-gorong di bawah jalanan di Jakarta sangat kecil dan tua. Misalnya saja drainase yang berada di sepanjang jalan Sudirman-MH Thamrin hanya berkelas mikro. Lubang resapan di sisi jalan hanya berdiameter 60 cm. Resapan ini tersambung dengan gorong-gorong di bawah trotoar yang memiliki diameter 80 cm. Fyi, gorong-gorong kelas mikro itu tidak mampu menampung beban curah hujan yang banyak. Kota yang memiliki ketinggian rendah seperti Jakarta harusnya memiliki sistem drainase terpadu lebih baik.

Waterway di Belanda

Polder River Expansion

Sistem Drainase yang baik? Nampaknya kita perlu belajar dari Belanda.
Belanda merupakan Negara yang memiliki sistem pengelolaan air terbaik di dunia. Salah satu kota yang drainase-nya dikelola oleh Belanda pada masa kolonial adalah Yogyakarta, tepatnya di daerah Kotabaru yang dulunya dikenal dengan nama Nieuwe Wijk. Merupakan daerah pemukiman Belanda yang memiliki desain pola radial yang sangat rapi serta infrastruktur yang terencana. Dibangun saluran bawah tanah untuk mengelola limbah rumah tangga guna mencegah pencemaran lingkungan serta mengalirkan air hujan ke selokan kecil yang kemudian bermuara pada pembuangan akhir. Nieuwe Wijk tidak pernah banjir.
 
Sistem Polder di Kinderdijk, Belanda.

Sketsa Sistem Polder.

Belanda menerapkan sistem polder yang kompleks untuk mempertahankan wilayah Belanda dari ancaman banjir dan air pasang. Sistem ini dimulai di Belanda pada abad ke-11 yang kemudian disempurnakan dengan adanya penggunaan kincir angina pada abad ke-13. Polder adalah dataran rendah yang membentuk daerah yang dikelilingi oleh tanggul. Pada daerah ini air buangan seperti air kotor dan air hujan dikumpulkan di suatu badan air (sungai, kanal) lalu dipompakan ke badan air yang lebih tinggi posisinya, hingga pada akhirnya dipompakan ke sungai atau kanal yang bermuara ke laut. Sistem polder banyak diterapkan pada reklamasi laut atau muara sungai, juga pada manajemen air buangan (air kotor dan drainase hujan) di daerah yang lebih rendah dari permukaan laut dan sungai. Air dalam sistem dikendalikan sedemikian rupa sehingga jika terdapat kelebihan air yang dapat menyebabkan banjir, maka kelebihan air itu dipompa keluar sistem polder.

Proyek Delta (Delta Works/Deltawerken)

Penerapan sistem polder dapat memecahkan masalah banjir perkotaan. Suatu subsistem-subsistem pengelolaan tata air tersebut sangat demokratis dan mandiri sehingga dapat dikembangkan dan dioperasikan oleh dan untuk masyarakat dalam hal pengendalian banjir kawasan permukiman mereka.
Belanda berjuang melawan banjir yang hampir satu milenium menimpa. Salah satu bencana banjir yang paling banyak memakan korban jiwa adalah yang terjadi pada tahun 1953. Pada akhirnya Pemerintah Belanda membuat Proyek Delta (Delta Works/ Deltawerken), yakni pembangunan infrastruktur polder strategis untuk menguatkan pertahanan terhadap bencana banjir. Secara konsep, Proyek Delta ini akan mengurangi resiko banjir di South Holland dan Zeeland untuk sekali per 10.000 tahun. Belanda memang negri yang tidak berhenti untuk berinovasi. Meskipun begitu, Belanda terus menerus menyempurnakan sistem poldernya, hal ini adalah perjuangan yang dilakukan Belanda untuk terus berada di “atas air”.
Kita patut belajar dari sang ahli.

Ditulis oleh: Raisa Amelia

04 Mei 2013

Smart Idea, Smart Highway


Inovasi di bidang teknologi semakin hari kian bertambah. Tidak hanya penemu-penemu yang sudah dianggap senior di bidangnya saja yang merancang dan menciptakan, namun juga penemu-penemu junior atau bisa dikatakan baru, mulai bermunculan. Merealisasikan ide-ide yang mereka miliki menjadi sebuah teknologi atau penemuan baru yang berguna bagi masyarakat. Daan Roosegaarde, seorang designer yang lahir di Nieuwkoop pada tahun 1979 yang merupakan owner dari Studio Roosegaarde. Dialah pioneer Belanda yang punya sebuah ide brilliant yang dia desain untuk kemudian dapat di aplikasikan pada jalan raya. Desain tersebut diberi nama Smart Highway.

Meningkatnya frekuensi kecelakaan di jalan raya menjadi sebuah permasalahan yang harus menjadi sebuah perhatian bagi kita semua. Apalagi kecelakaan di jalan raya yang terjadi pada saat cuaca tidak baik atau ketika sedang gelap rentan terjadi. Nah, ide dari Roosegaarde, Smart Highway adalah salah satu solusinya untuk setidaknya mengurangi frekuensi tingkat kecelakaan lalu lintas di Belanda.
Smart Highway merupakan konsep jalan raya yang akan bersinar di malam hari atau pada saat kondisi gelap, dan jalan raya yang juga dapat mengisi energi pada mobil listrik.

Tahun ini Smart Highway sudah akan mulai direalisasikan namun dilaksanakan secara bertahap. Dimulai dari pengerjaan marka jalan pada jalan raya di Belanda yang akan dibuat dengan menggunakan cat yang terbuat dari bubuk photo luminescent. Bubuk photo luminescent pada cat ini berfungsi untuk menyimpan energi matahari saat siang hari. Kemudian energi matahari yang tadi telah disimpan oleh marka jalan tersebut akan memancarkan cahaya dan tentunya dapat digunakan sebagai penerangan jalan pada malam hari atau keadaan gelap selama lebih dari 10 jam.

Pola kristal yang nampak pada jalan raya saat suhu udara di bawah nol derajat.

Selain marka jalan, pada lajur jalan raya akan diaplikasikan cat yang responsif terhadap suhu atau temperatur. Jadi, pada saat cuaca dingin atau saat suhu udara dibawah nol derajat, maka lajur jalan raya tersebut akan menampakkan pola kristal es yang dapat dilihat secara kasat mata. Pola Kristal es yang muncul tersebut menjadi peringatan bagi pengendara untuk menurunkan kecepatan dan juga berhati-hati. Karena ketika cuaca dingin atau suhu udara berada di bawah nol derajat, dapat memungkinkan lajur jalan raya menjadi licin.

Electric Priority Lane sebagai jalur pengisian daya kendaraan bertenaga listrik.

Dengan mengusung konsep ramah lingkungan, Smart Highway juga akan menyediakan Electric Priority Lane, yakni sebuah jalur khusus berlapis magnet yang berfungsi sebagai jalur pengisian daya kendaraan bertenaga listrik. Kendaraan bertenaga listrik akan terus mengisi ulang daya selama kendaraan berada pada jalur tersebut. Pengisian daya listrik mirip dengan proses pengisian daya listrik pada sikat gigi listrik.


Lampu di jalan raya akan menyala dengan menggunakan tenaga angin.


Lampu pada jalan raya akan menyala bila kendaraan mendekat, dan mati bila menjauh.

Selain itu adapula Interactive Light dan Wind Light. Interactive Light yang hanya memancarkan cahaya pada saat kendaraan melintas di dekatnya. Sedangkan Wind Light  menggunakan tenaga angin dan akan memancarkan cahaya karena hembusan angin yang dihasilkan pada saat kendaraan melintas.

Konsep sebuah jalan raya yang sangat brilliant, membantu para pengendara yang melintas pada saat gelap untuk tetap fokus pada jalanan dan juga ruas jalan yang disertai lajur untuk pengisian daya kendaraan listrik. Well, Belanda memang Negara yang hebat dan melahirkan penemu dan pencipta.
Sekarang pengguna jalan raya sudah tidak perlu khawatir lagi ya ketika berkendara pada saat gelap. Saya sudah tidak sabar nih melihat ide tersebut diterapkan pada jalan raya.

Ditulis oleh : Raisa Amelia


Sumber :


22 Februari 2013

Share

google.com

30 Januari 2013

BAKSIL

Babakan Siliwangi, or mostly called Baksil is the only city forest in Bandung
Bukan hanya difungsikan menjadi ruang publik, namun baksil juga menjadi tempat resapan air dan juga hutan lindung. 
Gue penasaran dan mau banget ke sana. Selama ini gue cuma bisa liat baksil melalui google. Menurut beberapa artikel yang gue temuin di google, Baksil diresmikan oleh United Nation Environment Progamme (UNEP) menjadi hutan kota dunia pada tahun 2011. Bahkan PBB pun mengakui keberadaan dari hutan kota tersebut. 
Gue yang bukan urang Bandung aja bangga ! 
Urang Bandung mah harusnya juga bangga dan senang, kenapa? bukan hanya karena pengakuan UNEP dan PBB, tapi karena Bandung punya hutan kota.
Banyak O2 yang dihasilkan dan CO2 yang diserap oleh Baksil. Baksil setidaknya membantu mengurangi polusi udara di kota Bandung yang semakin banyak.
Oiya, menurut beberapa artikel yang gue baca juga nih, keberadaan dari hutan kota ini kurang diperhatikan oleh pemerintah maupun masyarakat Bandung itu sendiri. 
Awalnya hutan ini memiliki luas 14 hektar namun semakin menyusut dan saat ini hanya tersisa 3 hektar saja setelah dibangunnya fasilitas olahraga dan Sasana Budaya Ganesha ITB.
Sayang banget kan?
Bahkan baru-baru ini beredar berita bahwa Baksil akan diratakan. Simpang siur terdengar kabar bahwa akan dibangun sebuah rumah makan diatas Baksil, ada pula yang bilang akan dibangun mall dan hotel.
Well, mau bangunan apapun yang akan dibangun diatas Baksil, gue tetep ngga setuju dan sangat sangat menyayangkan sikap dari pemerintah.
Bayangin deh gimana jadinya kalo hutan yang rimbun hilang gitu aja dan digantikan oleh gedung-gedung bertingkat juga tanah dan rumput yang hijau berubah menjadi aspal.
Polusi makin menjadi, berkurangnya lahan serapan air, dan yang paling gue khawatirkan sih kalau lagi musim hujan, kayak sekarang ini. Bandung mungkin akan banyak genangan air, atau malah bisa jadi banjir........


Sunday Smile - Baksil

Wooden Bridge - Baksil

Deugalih Folks - Minggu Pagi



25 Januari 2013

Max

Max Schneider-Titanium (Cover)


Couple weeks ago i browsed some video on youtube then i found Max Schneider channel.
I watched all of his video and i fallin love with his voices.
Ok, i just uploaded one of his video. 
Enjoy:)

21 Januari 2013

ALASKA

Float Plane

Glenn Highway

Glacier Bar

Chugach Mountain


Kapan kaki ini melangkah kesana?